Showing posts with label Puisi Ibu. Show all posts
Showing posts with label Puisi Ibu. Show all posts
  Kasih Sayang Bunda

Kasih Sayang Bunda

Tak ada kasih sayang yang abadi selain kasih seorang bunda.Berlaku dan tanpa putus sepanjang massa
. Kasihilah dia seperti engkau mengasihi tuhunmu, karena ridhaNya lah Kamu mendapat ridha Tuhan.

 Kasih Sayang Bunda

Kasih Sayang Bunda





Malaikat penyempurna hidupku
Karnamu aku mampu bernafas
Dari kasihmu Aku dapat tumbuh
Dengan iringan doamu, aku merasa sempurna,

Tak ada syair seindah doamu,
Bunda,
Hanya kalimat kotor, dan tangisan nakal
Yang dapat aku beri
Dobrakan pintu yang mampu aku lakukan
Tatapan benci yang mampu aku balaskan

Butanya aku yang tak bisa melihat kasihmu
Bodohnya aku yang tak mampu, menyadari ketulusanmu,
Seraya menangis kutatap wajahmu
Maafkan aku bunda
Kan kuhapus goresan luka itu
LOVE YOU. . .


Karya : Yulia Resti
Baca selengkapnya
Persembahanku Untuk Ibu

Persembahanku Untuk Ibu


Ibu, Sosok yang tak pernah mengenal lelah dalam membimbing anaknya. Segala hal yang kita lakukan di dunia ini untuk Ibu, tak akan pernah bisa membalas semua kebaikan Ibu. Akan tetapi, bisakah kita membuatnya tersenyum, walau hanya sebentar? 


Persembahan Untuk Ibu
 

Persembahanku Untuk Ibu


Dalam kesunyian sang rembulan malam . .
Dalam gemerlap bintang berbinar terang . .

Ku hanya ingin bersenandung dengan masa kecil dulu . .
Membawa jiwaku pergi ke dunia lain, 
Bak berada pada negeri dongeng yg indah penuh ilusi . .
Tempat yang jauh dari hiruk pikuk suara manusia yg sedang berjuang demi kesempurnaan duniawi..

Dan disana aku mulai bermimpi . .
Di atas bumi ini aku berpijak, aku teringat akan masa kecilku dulu.
Dilahirkan dari rahim wanita yg sungguh, takkan pernah bisa didefinisikan kemuliaannya, wanita yg sudah Allah janjikan Syurga sebagai balasnya.

Kau membuang semua nyerimu untuk senyumku, untuk tawaku dan untuk bahagiaku itulah caramu mencintaiku.. Kau hanya ingin melihatku bahagia. 

Dialah; yang biasa kupanggil 'Ibu' Bidadari Dunia yg Allah kirimkan untukku . .

Namun kini,
Apa yang telah aku berikan padamu?
Aku belum bisa membuatmu bahagia
Aku belum bisa membuatmu tersenyum
Mungkin hanya hal pahit
Yang sering kuberikan padamu

Ibu.. Tak bosan-bosannya ku ucapkan terimakasih untukmu, tak jenuh - jenuhnya ku ungkapkan bahwa aku mengagumi dan aku sangat menyayangimu ❤

Ku akan berusaha sepenuhnya membaktikan diriku menghormatimu . .
Kini hanya mampu mengabadikanmu dalam syahdunya rasa, memunajatkan harapan 'terindah' untukmu dengan doa yg kulangitkan setiap harinya . .

Hanya sepucuk puisi ini yang ku hadiahkan untukmu, apalah diriku tanpamu Ibu . .
Ya Allah.. terimalah keikhklasanku . .

Untuk menyayangi
Insan yang mulia ini


Karya : Tya Ricis
Baca selengkapnya

Puisi Kecil untuk Ibu

Sinar senja datang menembus jendela, sinar ini membawaku pada Masa-masa itu. Ya Masa itu, aku ingat akan masa itu. Masa dimana aku pertama kali melihat indahnya dunia, indahnya sang senja. Terimakasih Ibu ..


Puisi Kecil untuk Ibu
Sumber : Suaramerdeka.com

 Puisi Kecil untuk Ibu


Sembilan bulan aku dalam kandunganmu
Dalam suka... dalam duka
Kau jaga aku dalam ketulusan
Meski...
Lelah menghiasi langkahmu
Kadang sakit menggerogoti ragamu
Tapi tetap ibu setia menjagaku

Ibu...
Ketika aku lahir
Kau pertaruhkan hidup dan matimu
Demi aku..
Anakmu hadir di bumu

Hari demi hari
Kau rawat aku dengan penuh kasih
Kau bawa aku ke dunia nyata
Kala itu...
Aku tidak tahu apa-apa
Umpama kertas putih tanpa arti

Kau benahi kami
Kau isi kami dengan ilmu
Dengan etika. . .
Dengan keindahan
Kau ajari kami mana yang baik . .
Mana yang jelek
Mana yang Hak . . . Mana yang bathil
Kau mengajari kami mengeja huruf
Alif...ba...ta...tsa
Kau merangkai doa-doa suci untuk kami

Ibu.. .
Kini usiaku 17 tahun
Telah banyak kehidupan dan doa-doa
Tulus Ibu berikan kepadaku
Untuk masa depanku

Namun hingga kini
Aku belum mampu membahagiakanmu
membalas jasa-jasamu

Bahkan . . .
Tingkah polahku
Membuat Ibi kecewa . . .
Menangis dalam hati
Meski begitu. .
Senyum sungging menghias wajahmu

IBU . . .
Kau adalah mentari hatiku
Cahaya langkahku
Ibu.. .
Engkau bumi berpijakku
Ibu. . .
Aku sayang Ibu




Karya : Mushanif Ramdany
Baca selengkapnya