Showing posts with label Menulis Cerita. Show all posts
Showing posts with label Menulis Cerita. Show all posts

Tips Membuat Cerita Ala Admin CatSa

Oke, cukup dulu untuk puisi-puisi bapernya. Kali ini gue akan ngasih tahu nih, tips-tips ala gue sendiri gimana caranya membuat cerita dan saat ngerjain nggak berakhir di tengah jalan gara-gara males atau bosen. Ya, gue sendiri sudah cukup lama sih nulis-nulis cerita gitu, tapi nggak pernah gue share di sini, sorry yee. Langsung aja nih, syukur-syukur pas selese mbaca ini elo-elo semua pada termotivasi buat nuangin ide-ide lo dalam bentuk cerita ala lo sendiri.

 Tips Membuat Cerita

Wajib Kenal Sama Diri Sendiri


Belum kenal? Kenalan dulu sanah! Nggak, maksudnya kudu ngerti diri lo sukanya cerita yang gimana. Dari genre mungkin, bisa aja lo lebih suka fantasi, atau mungkin ada yang romansa, atau juga ada yang lebih suka drama. Gue yang lebih suka fantasi, pernah pengalaman dulu coba-coba nulis cerita drama sebagai genre utama (lagi nyari jati diri), dan hasilnya bisa ditebak, berhenti walau baru bentar nulisnya. 

Cari Ide

Ya iyalah, tanpa ide ya mau nulis apaan? Ide bisa datang dari mana aja, dari liat film atau kartun mungkin, atau lagi jalan-jalan bareng temen-temen sekedar buat nongkrong atau pergi rekreasi ke mana gitu,  atau mungkin dari pengalaman pribadi. Intinya, jadi penulis kudu jeli dan kreatif. Hampir semua peristiwa di sekitar lo bisa nginspirasi diri lo untuk membuat cerita. Makanya, seorang penulis biasanya bawa buku catatan kecil, siapa tau lagi dimana gitu ide tiba-tiba datang menyeruak. Di catet aja biar ngga lupa.
 

Riset Atau Istilah Kerennya Research

Penting nih, misalnya ada ide untuk mbuat cerita tentang alien, ya kudu riset nyari-nyari pengetahuan tentang dunia ke-alienan. Ya kan lucu mau nulis tentang alien tapi ngga tahu NASA itu apa. Intinya, riset membuat lo lebih paham tentang apa yang akan lo tulis dan nantinya jadi bahan buat nulis itu sendiri. Emang sih nulis itu ya kudunya berimajinasi, suka-suka yang nulis, tapi kalau tanpa di dasari pengetahuan yang pasti ya ngawur namanya. Kalau misalkan di posting di web atau di mana gitu, pembaca bakal ngga suka sama cerita tanpa riset yang mendalam, percaya deh.  
   

Jaga Rahasia 

Misalkan nih, udah ada ide dan udah riset secukupnya, tinggal nulisnya aja. Pasti diri lo bakal kegoda untuk mberitahu temen-temen deket lo tentang proyek nulis ini. Itu sebaiknya jangan deh. Karena, main psikologi dikit nih, kalo lo mberitahu temen-temen lo, gairah buat nulis bentar-bentar udah kaga ada, karena lo udah ngrasa puas cuma gara-gara udah ngasih tahu temen-temen lo. Jagalah proyek nulis ini sampe tulisan lo selese, baru sonoh kasih tahu ke siapapun yang lo mau dan jangan lupa minta kesan-kesan yang mereka dapet setelah baca tulisan lo.

Baca selengkapnya

3 Langkah yang Diperlukan Ketika Menulis

Setelah di postingan sebelumnya mengenai  5 Cara Menulis Cerita yang Bertemakan Keagamaan. Sekarang sobat akan mempelajari apasi langkah - langkah yang di perlukan untuk kita sebagai penulis itu? Banyak dari kita pasti bertanya - tanya menulis yang baik dan cermat itu seperti apa. Nah perlu sobat ketahui bahwa ada 3 langkah yang kita perlukan saat menulis yang mimin kutip di aliventures, berikut adalah komponennya :

  • Planning (Persiapan).
  • Menentukan Konsep.
  • Editing (Penyuntingan).  
Tentunya 3 komponen diatas merupakan langkah terbaik yang bisa anda terapkan, saat sobat sedang menulis blog atau karya sastra. Dengan langkah tersebut di harapkan sobat lebih efektif dalam menyelesaikan tulisannya secara bertahap dan boleh jadi tidak akan ada kendala, tentu saja itu tidak wajib bagi anda yang sekarang sudah mempunyai tehnik dan langkah sendiri agar kegiatan menulis menjadi efektif. Tapi tidak ada salahnya kita menggabungkan beberapa komponen yang mimin rasa efektif dari yang paling awal yaitu planning, menentukan konsep, dan editing/penyuntingan.

Planning (Persiapan)

Oke yang pertama kita akan bahas tentang persiapannya dulu nih. Segala sesuatu yang akan kita lakukan pasti butuh persiapan misal mental dan sebagainya, apalagi kalo ngomongin tentang menulis. Misal kita mau menulis akan tetapi ga ada persiapannya dulu, bakal kacau nanti jadinya ga selesai - selesai. Bahkan cuman bisa nulis judul doang lepas itu isinya masih mikir mikir hehe. Dengan persiapan yang cukup seperti menulis saat tidak ada beban pikiran/enjoy jadi tidak ada emosi jiwa yang kita libatkan kepada apa yang akan kita tulis wkwk tapi ini pengecualian untuk yang menulis puisi ya? Karena puisi itu esensinya adalah ungkapan kegundahan/suasana hati seorang penulis itu sendiri. Kalau bisa Siapkan atau pikirkan sedini mungkin planning yang akan menjadi langkah pertama sobat menulis , saat sobat sedang bekerja, sekolah dan sebagainya


3 Langkah yang Diperlukan Ketika Menulis

Menentukan Konsep

Memikirkan konsep merupakan langkah kedua yang perlu anda ambil setelah sebelumnya Anda sudah memplanning. Ketika kita berbicara tentang menulis pasti kita akan berkonsep, jadi konsep memang bagian dari kegiatan menulis itu. Seperti kita akan membuat cerita pasti mempunyai konsep yang jelas, apa si plot/alur yang kita pakai? setting dan perwatakan. Semuanya harus terkonsep dengan sedemikian rupa agar kita pada akhirnya menemukan ending yang pas untuk cerita yang kita tulis. Jangan pernah menyerah jika cerita/tulisan yang Anda tulis tidak sesuai dengan yang sobat inginkan, sobat bisa lompat ke langkah selanjutnya. Menulislah dengan teratur walaupun pasti membutuhkan banyak energi dan waktu yang terbuang tetapi semua itu akan terbayar dengan hasil yang kita dapatkan. Jika anda menulis pada saat ada inspirasi saja mungkin tidak menemukan feel yang pas untuk kelanjutan cerita tersebut.

Editing ( Penyuntingan )

Pada tahap ini pasti sobat tahu apa yang akan dilakukan selanjutnya. Penyuntingan ini bertujuan untuk menghindari kata-kata ambigu atau sumbang yang kita tulis. Bisa saja juga terdapat typo yang dapat membuat pembaca tidak nyaman. Di tahap ini merupakan tahap akhir yang mungkin akan membuat anda frustasi karena sering kali menemukan kalimat atau kata yang kurang pas dan tidak efektif, maka dari itu kita dituntut berfikir lagi untuk memperbaikinya agar maknanya lebih hidup dan efektif, juga kerap kali menemukan kata yang di ulang ulang tentunya itu sangat fatal dan tidak efektif. Pada intinya tahap ini membuat anda belajar untuk mengganti, menambahkan ataupun menghilangkan kalimat dan kata yang tidak di perlukan.Editing ini membuat karya/ tulisan kita menjadi lebih indah dan sesuai dengan apa yang kita harapkan
Baca selengkapnya

5 Cara Menulis Cerita yang Bertemakan Keagamaan



Menulis khususnya menulis karya sastra baik itu novel, cerpen, cerbung, puisi dsb menjadi hal yang unik dan menarik. Sehingga banyak di minati oleh semua kalangan baik muda maupun kaum veteran yang sudah expert dan karyanya menjadi panutan para penulis muda dan juga pembacanya. Oke baiklah di postingan ini akan menjelaskan kepada kamu yang mempunyai religius banget dan tidak lepas dari cerita yang bertemakan keagamaan. 
Banyak dari kita suka bingung dengan judul yang akan kita berikan kedalam karya sastra, kalau menyangkut soal tema si memang lingkupnya sangat luas. Tetapi judul di balik tema itu yang penting agar cerita terasa hidup dan membuat para pembaca penasaran. Apa si isi buku ini? Apakah seseru judulnya? Nah itu menjadi tantangan selanjutnya ketika judul telah di temukan dan ternyata menarik si pembaca. Dan sekarang isinya? Apakah se menarik judulnya? Yap, bagi sobat yang ingin menulis cerita bertemakan keagamaan ikuti langkah berikut, semoga langkah ini menjadi solusi yang tepat dan dapat menjadi referensi anda dalam penulisan karya sastra. Cekidot

Tahu apa yang kamu tuliskan



Tentunya ini bukan rahasia umum bagi kita para penulis. Bahkan anak cucu kita kelak juga tahu bahwa kalau kita menulis memang harus tahu apa yang ditulis. Masa iya, kita menulis tanpa dasar dan tujuan yang jelas? Tidak kan?. Maksud dari langkah disini adalah kita benar – benar paham kemana topik dan alur cerita yang kita buat akan berjalan sehingga tidak ada kendala penulisan yang membuat kita stuck atau berhenti karena kita ngga paham sendiri apa yang kita tuliskan. Yang mudah mudah saja, contohnya kita bisa ambil kelingkungan sekolah, misal di sekolah ada organisasi rohis. Kita memunculkan tokoh utamanya dari situ, nah si tokoh utama ini disukai captain bola bekel yang keren di sekolah tersebut. Kan gampang tuh. Kalau misal mau bikin cerita abad pertengahan bernuansa timur tengah ya monggoh. Yang penting kita tahu sosialnya, etika di timur tengah dan pengetahuan tentang pada zaman tersebut. Jadi kita ga asal buat cerita, yang nantinya berdampak bagi kita juga untuk kelancaran menulis.

Menyadari agama itu mempunyai beberapa lapisan


Didalam agama pasti terdapat lapisan lapisan yang ada di dalamnya. Dengan kerumitan tersebut membuat kita mempunyai banyak topik yang mengagumkan di lingkup tersebut. Misal ada seorang muslim yang beribadah tetapi tidak lepas dari maksiat, ada juga yang beribadah dan juga tidak bermaksiat yang lebih parah tidak beribadah dan melakukan maksiat. Dari ketiga contoh orang yang diukur tingkat ketaatanya tersebut kita bisa memperoleh tema yang sangat luas. Belum tentang perbedaan kasta dan sebagainya. Anda pasti menyadari peluang tersebut.


5 Cara Menulis Cerita yang Bertemakan Keagamaan


Melihat bahwa Agama hanya alat seseorang untuk beribadah dan mengamalkan kepercayaannya


Memang bagi kita yang seorang muslim, langkah tersebut tidak lah cukup untuk kami yang hanya menganggap agama untuk alat ibadah dan mengamalkan kepercayaan kita. Tentu ada konteks lain yang kita bisa simpulkan dari apa itu agama. Maksud langkah disini adalah bagaimana kita mengamati efek agama terhadap politik, suatu hubungan, pendidikan, kesehatan dan lain lain. Dengan begitu kita dapat mengolahnya menjadi sumber cerita yang menarik dengan topik yang beragam.

Sharing kepada orang yang mempunyai banyak pengetahuan agama


Dengan kita bertanya kepada teman, saudara, guru orang tua dsb yang lebih tahu soal agama, kita bisa banyak tahu dan langkah apa selanjutnya untuk menyelesaikan cerita dengan tema yang kita buat. Di lain sisi kita juga sambil belajar tentang agama, siapa tahu kita kecipratan dan akan semakin penasaran mendalami agama kita. Jadi banyak manfaat lainnya sob.

Dibiasakan sering ke tempat Ibadah


Bagi yang muslim pergi ke masjid, mungkin disana kita bisa menemukan banyak inspirasi dan juga plus pahala. Siapa tahu dengan hati kita tenang setelah beribadah dan sholat berjamaah di masjid, kita dapat menemukan inspirasi di jalan. Atau ngga dapat cerita dari takmir masjid dan sebagainya. Jika pikiran kita positif. Insha Allah ide kita akan lancar keluar dengan sendirinya hehe.

Jangan lupa segelas kopi panas untuk menemani dirimu saat menulis.

Baca selengkapnya