Showing posts with label Puisi Religi. Show all posts
Showing posts with label Puisi Religi. Show all posts
Putihku

Putihku

Di mata sang kematian, ia bersujud. Di mata sang kematian, ia bahagia. Hidup, adalah sesuatu yang sadis, yang tak mengerti akan apa itu keadilan. Di mata sang kematian, ia tersenyum


Putihku

Putihku



Putih, dan bersinar
Benar, kupuji namamu
Gelap, dan suram

Benar, kucela hidupku

Kepercayaan? Kehangatan? Ketulusan?
Bisakah kau berhenti bertanya itu padaku?

Aku, diriku
Membawa semua sesal, semua sakit, semua tangis
Aku, diriku
Merasa sangat hancur, sangat remuk, sangatlah binasa


Sudahlah, putihku
Berhentilah berbaik hati padaku
Sudahlah, putihku
Berhentilah memuji nama diriku

Sudahlah, putihku
Aku hanya ingin satu hal dari dirimu
Sudahlah, putihku
Maukah kau kabulkan itu?


Beri aku jalan baru, terangi jalanku
Walaupun raga ini tak lagi dapat mengikutiku


Karya : Bhima Yudha
Baca selengkapnya
Kembalikan Hati Kepada Sang Pemilik Hati

Kembalikan Hati Kepada Sang Pemilik Hati

Biarkanlah, biarkanlah hatiku tersiksa. Biarkanlah, biarkanlah rasa ini tak senada. Biarkanlah, biarkanlah diri ini terdiam. Hanya untukku, dan untuk-Nya yang tahu. Rasaku ini kepadamu.


Kembalikan Hati Kepada Sang Pemilik Hati

Kembalikan Hati Kepada Sang Pemilik Hati



Biarkan...
Biarkan aku dengan-Nya saja yg tahu apa yg kurasa saat ini..

Biar ku tahan rasa sakit..
Biar ku telan rasa pahit..
Biar dada sesak menghimpit..
Biarkan jalan semakin sulit..

Tak mau mengadu, tak ingin orang lain tau.. 
Nyatanya sajak-sajak yg kucipta selama ini sia-sia..
Terbangun batinku pada sebuah kenyataan..
Kenyataan 'Hakekat Mencintai'..
Ku terbangun dalam pola pikir yang tak memakai hati..
Pola pikir yang hanya menuruti nafsu diri..
Aku lupa akan Hakekat Mencintai..
Aku yang trlalau mencintai makhluk-Nya..
Aku yang trlalu mengagumi indah parasnya..

Terus lupa.. 
Lupa untuk mencintai Maha Pencipta Segala-Nya..
Hingga Dia datangkan kecewa kepadaku.. 
Ini bukan Cobaan apalagi Ujian.. 
Melainkan teguran atas begitu Sayang-Nya Dia kepadaku..

Untuk sekarang, 
aku belum pantas mendapatkannya.. 
Aku hanya ingin memperbaiki diriku..
Memperbaiki hubunganku dengan-Nya, 
Menambah keromantisanku terhadap-Nya..
Sebab.. Aku percaya akan janji nyata-Nya..
Insan yg baik diperuntukkan untuk yg baik pula.. 
Dan aku percaya kepada waktu yg katanya 'akan indah pada waktunya'..
Bersabar lebih baik, daripada tergesa gesa, 
Yang akan membawa pada sebuah kenestapaan..

Dia Maha mendengarkan..
Segala keluh kesah perasaanku..
Tempatku pinta pertolongan..
Dan, 
Hanya Cinta Kasih dari-Nya sajalah yang Nyata dan Haqiqi



Karya : Tya Ricis
Baca selengkapnya
Rinduku Padamu Ya Rasulallah

Rinduku Padamu Ya Rasulallah

Malamku, kupuji namamu. Pagiku, kusanjung namamu. Senjaku, ku memuliakan namamu. Namun, biarkanlah dihari tepat kelahiranmu ini kucurahkan semuanya, semua kerinduanku kepadamu Ya Rasulallah. 


Rinduku Padamu Ya Rasulallah

Rinduku Padamu Ya Rasulallah


Waktu demi waktu silih berganti
Berganti begitu cepatnya
Jasa dan sumbangsihmu tetap ada
Sampai detik ini masih melekat
Kuat dihatiku

Hari ini hari kelahiranmu
Walaupun ku tak pernah bertemu
Tak pernah melihat kau berdakwah
Namun Pengorbananmu begitu nyata
Pengorbanan untuk semua umat manusia
Membuang semua perbedaan yang ada

Ya Rasulullah,
Bergetar hatiku, ketika mendengar namamu
Ingin selalu jumpa dengan dirimu
Selalu rindu akan sosok Agungmu
Rindu akan kesederhanaanmu
Kesabaranmu, suri tauladanmu
Rindu akan semua
Semua kasih sayang yang kau berikan kepada umatmu,

Ya Rasullullah,
Engkaulah sosok penunjuk jalan ku
Jalan yang kau tuntun untuk bisa bertemu denganmu dan Tuhan
Diakhirat nanti
Engkaulah penerang kehidupanku
Membedakan antara Hak dan Bathil
Syafaatmu menjadi harapan semua umatmu

Ya Rasullullah,
Betapa Suci Akhlakmu
Karna Al Qur'an cerminan cahaya akhlakmu
Hadirkan semua cinta dan kasih sayangmu
Dalam setiap sujud dan ruku' ku
Semoga sampai semua rinduku ini
Padamu Ya Rasullullah



Karya : Mushanif Ramdany
Baca selengkapnya